Ramadan Memberdayakan: Palupi Mutiasih, Kembangkan Literasi di Gang Pekojan

Ramadan Memberdayakan: Palupi Mutiasih, Kembangkan Literasi di Gang Pekojan

 

Jakarta – Di era perkembangan teknologi yang semakin pesat, muncul sosok inspiratif bernama Palupi Mutiasih, yang akrab disapa Kak Pal. Berbekal latar belakang pendidikan sebagai Guru Sekolah Dasar (PGSD), ia menginisiasi gerakan literasi bernama Fun Garden of Literacy (FGL) sejak tahun 2016. Gerakan ini berawal dari karya tulisannya saat mengikuti pemilihan mahasiswa berprestasi, yang kemudian didukung oleh sahabat-sahabatnya, Nita, Yudi, Siti, dan Feby. Hingga tahun 2024, FGL telah berdiri teguh selama delapan tahun, berkembang menjadi komunitas yang berpengaruh dalam dunia literasi.

 

 

Kak Pal tergerak oleh keprihatinannya terhadap minimnya dukungan edukasi literasi bagi anak-anak di Kelurahan Pekojan, Jakarta Barat. Ia melihat bahwa minat baca anak-anak di daerah tersebut rendah, ditambah lagi dengan sikap apatis yang muncul akibat pengaruh gawai dan lingkungan sekitar. Awalnya, kegiatan literasi yang digagasnya dianggap aneh oleh warga setempat. Namun, dengan semangat yang tak pernah surut, Kak Pal mengorbankan waktu, tenaga, bahkan harta untuk memastikan bahwa anak-anak di lingkungan tersebut mendapatkan pendidikan literasi yang layak.

 

 

Dalam perjuangannya, gang-gang sempit di Pekojan menjadi saksi bisu dedikasi Kak Pal dan komunitas FGL. Hingga tahun 2024, jerih payahnya mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak. Profilnya sering kali diangkat di berbagai media, termasuk pernah tampil di Instagram resmi KEMENPORA. Pencapaiannya yang terbaru adalah penetapan Kak Pal sebagai Duta Baca Jakarta Selatan 2024, sebuah penghargaan yang membuktikan besarnya dampak yang telah ia berikan.

 

 

Seiring berkembangnya FGL, Kak Pal bersama timnya beberapa kali mengadakan workshop literasi dan aktivitas mendongeng yang ditujukan kepada para guru PAUD dan orang tua di sekitar Kelurahan Pekojan. Selain itu, mereka juga aktif bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan literasi lainnya.

 

 

Selama periode 2016-2024, ribuan anak telah mendapatkan manfaat dari kegiatan literasi yang diadakan oleh FGL. Setiap kali membuka kelas, sekitar 50-80 anak mendaftar untuk berpartisipasi dalam satu kegiatan. Hingga kini, FGL telah menyelenggarakan sekitar 50-70 kegiatan literasi di berbagai tempat, termasuk taman, perpustakaan, dan ruang publik lainnya, sering kali bekerja sama dengan instansi lain.

 

 

Salah satu inovasi dari FGL yang mendapatkan perhatian khusus adalah permainan edukatif bernama Engklek Antikorupsi, yang dikembangkan bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Permainan ini telah diuji coba di beberapa sekolah seperti SD Laboratorium PGSD UNJ dan SD Menteng Atas 2, dan bahkan telah didaftarkan sebagai hak kekayaan intelektual (HKI).

 

“Membaca adalah teropong pengetahuan yang akan memberikan kesempatan bagi anak melihat sebuah masa depan. Mimpi saya bersama FGL adalah agar setiap cerita yang didengar maupun dibaca oleh anak-anak dapat memberikan makna yang mendalam,” ujar Kak Pal, yang tetap berkomitmen untuk terus berjuang demi masa depan generasi muda.

_______________________________________________________________

Sahabat Pendidikan juga bisa membersamai Teman Tumbuh untuk Rawat Indonesia melalui insiatif social di sini

 

 

Facebook
Twitter
LinkedIn
BAKTI NUSA Siap Lepas 57 Penerima Manfaatnya dalam National Mission Bogor – BAKTI NUSA…
Apresiasi National Mission 2021, Anies Baswedan: “Sebuah Semangat yang Amat Baik” Bogor – Apresiasi…
Will it be Worth It? Will it be Worth It? – Long story short,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *