Proyek Multiaktor, Cara SLI dan PELITA 5 Perkuat Literasi di Daerah
Bogor – Sekolah Literasi Indonesia (SLI) lewat Penggiat Literasi Indonesia (PELITA) 5 berkomitmen menghadirkan ruang kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat literasi yang dilaksanakan dari 26 Oktober hingga 9 November 2025, dalam periode tersebut SLI telah melaksanakan Proyek Multiaktor dengan tema yang disesuaikan dengan konteks wilayah masing-masing.
Menurut Andi Ahmadi, Ketua SLI, kegiatan ini menjadi ruang aksi nyata bagi PELITA untuk merancang, memfasilitasi, dan memimpin proses peningkatan literasi berbasis kebutuhan lokal. “Pelatihan dilaksanakan di Bandung, Kabupaten Sleman, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Pasuruan, dengan melibatkan 221 mitra yang terdiri dari orang tua, guru, kepala sekolah, serta anak sebagai penerima manfaat utama,” kata Andi.
Proyek Multiaktor diramu sederhana namun berdampak besar supaya bisa menghadirkan ruang kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat literasi, mendorong implementasi program yang relevan, serta memastikan praktik baik dapat direplikasi di sekolah dan komunitas.
“Proyek Multiaktor sendiri bertujuan mewujudkan ekosistem literasi berkelanjutan melalui kolaborasi multi-aktor (sekolah, masyarakat, pemerintah dan komunitas) untuk meningkatkan kemampuan literasi dan budaya baca yang berdampak pada kualitas belajar dan kehidupan masyarakat,” terang Andi. “Sebagai fasilitator, kami membekali PELITA agar mampu berperan menghubungkan dan menggerakkan berbagai pemangku kepentingan; meningkatkan kapasitas literasi melalui pembelajaran, pelatihan, dan pendampingan; mendorong implementasi program literasi yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan lokal; serta memfasilitasi kolaborasi dan pertukaran praktik baik untuk memperluas dampak, replikasi program, dan penguatan ekosistem literasi berbasis data/evidence,” tandasnya.
Andi menghaturkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat, bergerak, dan tumbuh bersama. Ia berharap dari langkah kecil di ruang kelas dan komunitas, lahir perubahan yang lebih luas bagi literasi di Indonesia.
“Proyek multi aktor ini adalah ruang bertemu, tumbuh, dan bergerak bersama. Kami percaya, literasi akan lebih hidup ketika banyak tangan merawatnya dan banyak pikiran menggerakkannya,” tutup Andi.