Mengedukasi Tanpa Menggurui: Aida Angkat Penyuluhan Anti Perundungan Lewat Pentas Madihin Teaterikal

Mengedukasi Tanpa Menggurui: Aida Angkat Penyuluhan Anti Perundungan Lewat Pentas Madihin Teaterikal

Kota Banjarbaru – Nor Aida Fitri, penerima beasiswa Etos ID, terpilih menjadi Juara 2 di Pentas Penyuluh Sebaya Jambore Ajang Kreativitas (JAK) Kota Banjarbaru. Diselenggarakan Generasi Berencana (Genre) Indonesia Kota Banjarbaru, JAK GenRe adalah ajang tahunan yang bertujuan membentuk karakter bangsa, perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja, dan meningkatkan kreativitas.

 

 

Di acara tersebut Aida melakukan edukasi tanpa menggurui melalui pendekatan kreatif dan kontekstual. Ia memilih mengemas penyuluhan menggunakan kesenian pentas madihin yang diteaterkan sebagai teknik penyampaian pesan komunikatif, menarik, dan dekat dengan kehidupan remaja. Pendekatan ini dipilih demi menghindari kejenuhan sekaligus menghadirkan suasana edukatif nun menyenangkan.

 

 

Menurut Aida perundungan masih menjadi permasalahan di kalangan remaja dan dunia pendidikan, tidak sedikit perilaku perundungan dianggap sebagai candaan biasa, padahal dampaknya dapat memengaruhi kesehatan mental, menurunkan rasa percaya diri, serta menghambat perkembangan sosial korban. Ia menuturkan jika tantangan utama dalam upaya pencegahan perundungan tidak hanya terletak pada substansi materi yang disampaikan, tetapi juga pada metode penyuluhan agar pesan dapat diterima secara efektif oleh remaja.

 

 

Aida yang berkuliah di Universitas Lambung Mangkurat mengatakan madihin sebagai seni tutur khas Banjar memiliki kekuatan pada unsur pantun, humor, serta kritik sosial membumi diyakini bisa lebih diterima remaja sebab tidak menggurui dan mudah dipaham. Teknik penyuluhan menggunakan pentas madihin, jelas Aida, terbukti mampu menarik perhatian dan meningkatkan keterlibatan audiens. Penonton tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi turut larut dalam alur cerita yang disampaikan. Via dialog dan adegan yang dibalut humor khas madihin, pesan tentang pentingnya saling menghargai, keberanian menolak bullying, serta peran penyuluh sebaya dalam menciptakan lingkungan aman dan inklusif dapat diterima dengan lebih mudah dan membekas.

 

 

 

Di JAK Aida membuktikan bahwa isu perundungan dapat disampaikan lewat pendekatan seni dan budaya lokal humanis serta relevan. Ia ingin di masa depan inovasi penyuluhan melalui madihin teaterikal bisa membantu banyak remaja penyintas perundungan merasa aman, dilindungi, dan bebas berekspresi tanpa rasa takut.

Facebook
Twitter
LinkedIn

Slide
BAKTI NUSA Siap Lepas 57 Penerima Manfaatnya dalam National Mission Bogor – BAKTI NUSA…
Apresiasi National Mission 2021, Anies Baswedan: “Sebuah Semangat yang Amat Baik” Bogor – Apresiasi…
Will it be Worth It? Will it be Worth It? – Long story short,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *