Kuliah Tak Gentar Mentorship Membawa Khalid Wirawan ke Fakultas Kedokteran UGM
Yogyakarta – Memfasilitasi siswa kelas 12 agar berani melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, Kuliah Tak Gentar (KTG) Mentorship besutan Etos ID ajak pelajar di 16 wilayah di Indonesia berjuang mengejar impian dan cita-cita mereka, salah satunya Khalid Wirawan.
Khalid, panggilan akrabnya, merupakan alumni Youth Ekselensia Scholarship (YES) sekaligus alumni KTG Mentorship 2024 yang berhasil lolos SNBP dan diterima di jurusan Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Perjalanan Khalid menuju perguruan tinggi impiannya tidak selalu mulus; rasa insecure, ketakutan tidak diterima karena nilai teman-temannya lebih tinggi, serta padatnya aktivitas dan perlombaan sempat membuatnya ragu dan hampir menyerah. Namun, melalui KTG Mentorship, Khalid menemukan kembali arah dan keyakinan dirinya.
KTG Mentorship sendiri adalah program yang memfasilitasi siswa SMA sederajat yang berasal dari sekolah marginal supaya lolos masuk ke perguruan tinggi melalui jalur SBMPTN.
Selama mengikuti KTG Mentorship Khalid dibimbing mengenali potensi diri, menentukan jurusan dan kampus sesuai minat dan kemampuan, menyusun strategi belajar terarah, dan dikuatkan secara mental hingga berani mengambil keputusan besar untuk masa depan. KTG Mentorship baginya bukan sekadar program pendampingan, melainkan ruang bertumbuh yang menghadirkan mentor berpengalaman, lingkungan suportif, dan pendampingan menyeluruh hingga setelah dinyatakan lulus.
Ia mengaku KTG Mentorship memberikan ruang dan fasilitas luar biasa dalam mendampingi sehingga ia menjadi pribadi yang lebih matang dalam merencanakan sesuatu, lebih siap secara mental, dan lebih berani mengemukakan pendapat. Bagi Khalid KTG Mentorship sangat membantu para pelajar yang kadang tidak membaca guide book, kurang mempersiapkan diri, tidak mengetahui potensi diri, dan kurang belajar serta berlatih.
Khalid berharap lewat KTG Mentorship semakin banyak pelajar yang berhasil masuk ke jurusan yang didambakkan. Ia berpesan semoga pelajar Indonesia bisa membuktikan bahwa mereka bisa menjadi profesor untuk negeri ini.