Etos ID Mengubah Hidup Sang Buruh Paving Block
Makassar – ETOS ID yang berada di naungan GREAT Edunesia tak pernah berhenti menyiapkan kader-kader muda strategis yang berintegritas, profesional, dan transformatif lewat peningkatan (improvement) dan pengembangan (development) kapasitas. Hal itulah yang dirasakan Hamzah, alumi ETOS ID asal Makassar.
Hamzah berasal dari keluarga petani sederhana, namun menurutnya hal tersebut tak membuatnya menyerah menggapai impian. Walaupun kedua orang tuanya tidak pernah merasakan pendidikan formal, namun Hamzah bertekad menjadi yang pertama di keluarganya yang bisa berkuliah.
Ia menuturkan jika sejak bersekolah ia dikenal sebagai siswa berprestasi dan sering menjadi juara kelas dan memenangkan berbagai olimpiade. Hanya saja selepas SMA ia harus merelakan mimpinya sejenak dan mencoba peruntungan bekerja di pabrik paving block dan berpikir perlu legowo menerima kemiskinan. Hamzah mengaku mendapatkan setitik cahaya ketika ia ditakdirkan bertemu Tajuddin Nur, seorang mahasiswa Universitas Hasanudding yang memberikan brosur beasiswa ETOS ID.
Hamzah mengatakan brosur itu menjadi titik balik hidupnya untuk mengumpulkan mimpi yang terserak. Penuh keberanian, ia mendaftar ke Universitas Hasanuddin sekaligus mengajukan aplikasi ETOS ID. Bak gayung bersambut ia diterima di Fakultas Pertanian dan lulus sebagai penerima Beasiswa ETOS ID.
Selama berkuliah prestasi demi prestasi berhasil ia raih di antaranya menjadi Finalis Pekan Ilmiah Nasional, Finalis Nasional Wirausaha Muda Mandiri, dan Green Entrepreneur Bank Indonesia. Selain itu ia juga sukses membuka bisnis perangkai bunga bernama Esa Flowers yang dirintis sejak di Etos ID. Hingga kini usahanya masih berjalan, bahkan berhasil menjual produknya di mall. Tak sampai di sana ia pun lulus dengan predikat cumlaude.
Sekaranf Hamzah berhasil menyelesaikan Program Doktor Ilmu Pertanian di Universitas Hasanuddin. Kini, ia diberi amanah sebagai Dosen Pertanian dan Ketua Divisi Beasiswa & Kesejahteraan Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar.
Buat Hamzah pencapaian ini adalah puncak dari mimpi yang ia tulis sejak menjadi penerima ETOS ID. Meskipun perjalanan tersebut penuh tantangan, ia selalu yakin bahwa rezeki akan dimudahkan bagi para pencari ilmu.
Baginya melanjutkan pendidikan bukanlah penghalang rezeki, melainkan jalan membuka lebih banyak pintu rezeki. Pengalaman Hamzah membuktikan bahwa ilmu dapat mengubah hidup dan membawa berkah. Rezeki sejati adalah ketika kita bisa berbagi dan memberi manfaat bagi sesama.