ANAMBAS—Pada Kamis (29/10), program Anambas Cerdas Digital telah resmi diluncurkan di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Program ini merupakan inisiasi dari KUFPEC dan WNEL bersama SKK Migas. Sekolah Guru Indonesia GREAT Edunesia Dompet Dhuafa dan Pandawa PR digandeng sebagai mitra pelaksana program.
Seremonial peresmian ini dibuka oleh Bupati Kepulauan Anambas, Dato’ Aneng, yang sekaligus meresmikan secara langsung program Anambas Cerdas Digital. Jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas juga turut hadir mendampingi. Di antaranya, Wakil Bupati, Raja Bayu Febri Gunawan, S.E.; Sekretaris Daerah, Sahtiar, S.H., M.M.; serta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Tony Karnain, Ph.D. Forkopimda serta pimpinan instansi strategis lainnya juga turut hadir, seperti, Anggota DPRD Dapil III Kabupaten Kepulauan Anambas, Ferdiansyah.

Dalam sambutannya, Dato’ Aneng menyampaikan apresiasi. “Terima kasih atas perhatian yang diberikan untuk wilayah kami. Semoga program kolaborasi ini berjalan lancar serta bisa memberikan manfaat yang signifikan bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kepulauan Anambas,” ujarnya.
Para inisiator program pun lengkap hadir meski secara daring. Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC) diwakili oleh Irwan Madelis. Sementara manajemen West Natuna Exploration Limited (WNEL) diwakili oleh R.R. Purnarini Sabrina yang akrab disapa Puput.
Irwan menyampaikan bahwa pendidikan menjadi salah satu bidang yang difokuskan oleh KUFPEC dalam komitmennya terhadap program pengembangan masyarakat. “Peningkatan kapasitas guru dan kualitas pembelajaran menjadi investasi jangka panjang yang manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi muda secara luas. Karena itu kami memberikan dukungan secara penuh terhadap program ini,” paparnya.
Sementara Puput menyampaikan bahwa WNEL memahami tantangan pendidikan di wilayah kepulauan memerlukan perhatian dan komitmen kerja sama dari berbagai pihak, termasuk di dalamnya pemanfaatan teknologi digital di sekolah. “Melalui program ini, kami berharap dapat mendukung peningkatan kapasitas pendidik agar mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan relevan,” jelasnya.
Perwakilan dari mitra pelaksana program hadir secara langsung di lokasi acara. Sekolah Guru Indonesia yang merupakan program di bawah pengelolaan GREAT Edunesia Dompet Dhuafa, diwakili oleh Mulyadi Saputra, Deputi Direktur 1 Program Pendidikan Dompet Dhuafa.

“Dompet Dhuafa melalui Sekolah Guru Indonesia GREAT Edunesia meyakini bahwa kunci utama transformasi pendidikan bermula dari kualitas dan keteladanan para guru. Di era digitalisasi saat ini, tantangan terbesar kita bukan sekadar menghadirkan perangkat teknologi, melainkan bagaimana membangun kapasitas guru agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, kreatif, dan berkarakter,” terang Mulyadi.
Jajaran aparat keamanan setempat, unsur kecamatan, kepala sekolah, tokoh masyarakat, serta ratusan guru dan siswa peserta program tumpah ruah memadati lokasi seremoni. Antusiasme mereka bukan hanya pada acara yang berlangsung, tetapi merupakan dukungan terhadap suksesnya transformasi digital di wilayah kepulauan terdepan ini.
Program kolaboratif ini mengusung tema besar “Empowering Teachers, Inspiring Students: Model Edukasi dan Regenerasi Generasi Cerdas Digital di Anambas”. Kehadiran program ini disambut hangat oleh pemerintah daerah karena dinilai sejalan dengan komitmen bersama dalam merespons tantangan pendidikan di wilayah kepulauan.
Sebagaimana diketahui, karakteristik geografis kepulauan sering kali berdampak pada keterbatasan akses pengembangan profesional bagi tenaga pendidik. Di samping itu, tantangan lainnya adalah pemanfaatan pembelajaran digital di sekolah-sekolah yang belum optimal. Hal ini tecermin dari data Indikator Pendidikan, di mana tertulis rata-rata lama masa sekolah penduduk Anambas masih berkisar di angka 7,7 hingga 7,9 tahun.
Menjawab tantangan tersebut, program Anambas Cerdas Digital ini difokuskan pada tiga pilar utama: penguatan literasi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara etis dalam pembelajaran, dan pengembangan ADAB Project (proyek pembelajaran berbasis karakter). Pada tahap implementasi awal, program ini menyasar dua institusi pendidikan menengah. Sekolah pertama, SMPN 1 Jemaja, memiliki 18 guru dan 63 siswa. Adapun sekolah kedua, SMPN 2 Lembah Rewak, memiliki 12 guru dan 108 murid.
Lewat skema pembinaan dan pengimbasan Roadshow Guru Pemimpin (RGP), para guru di kedua sekolah sasaran tersebut akan menjadi penggerak transformasi pembelajaran. Diharapkan dampaknya mampu mengimbas luas ke sekolah-sekolah lain serta melahirkan generasi cerdas digital di kalangan siswa.
Inisiatif lintas sektor oleh KUFPEC, WNEL, dan SKK Migas bersama Sekolah Guru Indonesia GREAT Edunesia Dompet Dhuafa serta Pandawa PR ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG). Secara khusus, program ini mendukung pencapaian SDG 4 untuk menjamin pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Selain itu, program ini juga menyasar SDG 9 untuk membangun infrastruktur yang tangguh dan mendorong inovasi teknologi di ruang kelas.


