Sambut Ramadan dengan Kesadaran dan Kepedulian, Beastudi Indonesia Gelar Tarhib Ramadan

Sambut Ramadan dengan Kesadaran dan Kepedulian, Beastudi Indonesia Gelar Tarhib Ramadan

Bogor – Menyambut Ramadan, Beastudi Indonesia GREAT Edunesia menghelat Tarhib Ramadan Beastudi Indonesia bertajuk Sambut Ramadan dengan Kesadaran & Kepedulian yang dilaksanakan daring. Kegiatan ini merupakan wadah silaturahmi, penguatan nilai-nilai program sekaligus pembinaan awal bagi penerima beasiswa program Beastudi Indonesia.

 

 

 

Digawangi Ustaz Hidayat Ariffianto, Founder Lovely Family Class dan Pengurus Komunitas YukNgaji, Tarhib Ramadan Beastudi Indonesia yang diikuti 250 penerima beasiswa program dari Youth Ekselensia Indonesia (YES) Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA), Etos ID, Kuliah Tak Gentar (KTG) hingga umum tersebut ingin menumbuhkan kesadaran kolektif agar para penerima  beasiswa bisa terus berbagi, membantu sesama, serta berkolaborasi dalam kebaikan.

 

 

Menurut Bayu Candra Winata, Ketua Beastudi Indonesia, Ramadan menjadi kesempatan baik untuk mengasah rohani dan sosial supaya Ramadan tak sekadar memaksimalkan ritual ibadah tetapi juga menguatkan cara berpikir, bersikap, dan berinteraksi. Di konteks pembinaan generasi penerima beasiswa, tambah Bayu, Ramadan menjadi pintu masuk strategis menanamkan nilai disiplin, empati, kepedulian, dan kebermanfaatan sosial.

 

 

Dalam materinya Ustaz Hidayat Ariffianto menjelaskan, Ramadan ialah momentum terbaik meningkatkan kesadaran iman, sebab itulah penting menyiapkan hati, niat, dan arah sebelum Ramadan. Ia juga mengatakan bahwa Ramadan bukan rutinitas tahunan lamun proses pembentukan diri buat mengubah kebiasaan; di situ lah, jelas Ustaz Hidayat Ariffianto, kesadaran makna bisa tercipta. Baginya di bulan penuh hikmah ini posisi pemuda bukan hanya sebagai penerima manfaat melainkan sekaligus pemberi manfaat supaya terbangun teladan dalam sikap, kepedulian, dan kontribusi di masyarakat.

 

 

Ustaz Hidayat Ariffianto berpesan, Ramadan adalah hadiah terindah dari Allah Swt. karenanya perlu adanya konsistensi amal agar Ramadan lebih bermakna dan tak ada penyesalan setelah Ramadan selesai. Ia meyakinkan para penerima beasiswa kalau Ramadan adalah waktu terbaik untuk merefleksikan kepedulian, memperbanyak amal, dan mempererat hubungan antarindividu dalam bingkai kemanusiaan.

 

 

 

Melalui pendekatan edukatif dan berbasis nilai berbagi, Tarhib Ramadhan Beastudi Indonesia diharapkan menjadi pengantar suasana Ramadhan yang mendidik, membumi, dan relevan dengan realitas generasi hari ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook
Twitter
LinkedIn

Slide
BAKTI NUSA Siap Lepas 57 Penerima Manfaatnya dalam National Mission Bogor – BAKTI NUSA…
Apresiasi National Mission 2021, Anies Baswedan: “Sebuah Semangat yang Amat Baik” Bogor – Apresiasi…
Will it be Worth It? Will it be Worth It? – Long story short,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *