Pantik Semangat Penerima Beasiswanya, Etos ID Adakan Monev Etos ID BeZakat di Yogyakarta
Yogyakarta – Etos ID melaksanakan Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) BeZakat wilayah Yogyakarta sebagai momentum awal penguatan pembinaan sekaligus ruang perjumpaan pertama mendalam antara fasilitator dan penerima beasiswa.
Kegiatan yang diikuti fasilitator dan penerima beasiswa BeZakat tidak hanya berfungsi sebagai agenda monitoring administratif, tetapi juga sebagai pemantik komitmen dan penyelarasan visi. Dwi Nurfitriani, Ketua Etos ID, menjelaskan bahwa agenda fasilitator diawali sesi orientasi yang menekankan penguatan peran sebagai pendamping, coach, sekaligus role model bagi penerima beasiswa. Dalam sesi itu, kata Dwi, dilakukan penyamaan persepsi mengenai strategi pembinaan, pendekatan komunikasi, serta mekanisme monitoring yang lebih sistematis dan suportif.
Sementara itu, rangkaian agenda penerima beasiswa dimulai dengan sesi Awardee Achievement Reward, semacam bentuk apresiasi atas capaian akademik maupun non-akademik. Sesi ini menjadi ruang refleksi bahwa prestasi bukan sekadar pencapaian personal, melainkan amanah yang perlu ditumbuhkan untuk kebermanfaatan yang lebih luas. Budaya apresiatif tersebut, terang Dwi, diharapkan mampu memantik motivasi intrinsik dan membangun rasa percaya diri awardee dalam menjalani proses pembinaan.

Melalui diskusi dan simulasi, para penerima beasiswa dilatih menyampaikan gagasan dengan percaya diri serta membangun kebiasaan memberikan dan menerima masukan secara sehat. Mereka juga diajak mengikuti Pelatihan Komunikasi Efektif yang berfokus pada penguatan kemampuan komunikasi asertif, empatik, dan konstruktif supaya para penerima beasisw memiliki bekal dalam kehidupan akademik, organisasi, maupun dalam interaksi sosial yang lebih luas.
Sebagai penguatan arah gerak program, dilakukan pula sosialisasi value serta rencana aktivitas BeZakat Etos ID selama periode pembinaan. Menurut Dwi secara keseluruhan, kegiatan Monev BeZakat Etos ID Yogyakarta berhasil membangun kedekatan awal, menyelaraskan ekspektasi, serta menumbuhkan semangat kolektif dalam menyongsong pembinaan. Diharapkan, dengan fondasi yang kuat sejak awal, proses pembinaan dapat berjalan lebih progresif, adaptif, dan menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi penerima beasiswa maupun lingkungan sekitarnya.
