BAKTI NUSA Sulut Potensi Penerima Beasiswanya Lewat Opening Ceremony Mentoring GREAT

BAKTI NUSA Sulut Potensi Penerima Beasiswanya Lewat Opening Ceremony Mentoring GREAT

Bogor – Mendorong penerima beasiswanya menyusun strategi dan milestone pencapaian karier yang realistis dan terukur, Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) menghelat Opening Ceremony Mentoring GREAT bertajuk Designing Career Path with Purpose daring.

 

 

Opening Mentoring GREAT dirancang sebagai pintu masuk strategis dari seluruh proses mentoring dan pembinaan. Ricky Hardiansyah, Ketua BAKTI NUSA, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang awal menyamakan persepsi tentang pentingnya mentoring berbasis karier. Opening Mentoring GREAT, tambah Ricky, menjadi fondasi transformasi personal dan profesional peserta dalam kerangka besar BAKTI NUSA 2026 yang berorientasi pada outcome, impact, dan keberlanjutan.

 

 

Irvandias Sanjaya, S.Psi., CPC., Alumni BAKTI NUSA 7 dan expert @relasidiri & @ikigai.consulting membersamai kegiatan yang diikuti 55 penerima BAKTI NUSA angkatan 15 dari 15 kampus besar Indonesia (USU, UNAND, UNSRI, UI, IPB, ITB, UNPAD, UNS, UGM, ITS, UNAIR, UB, UNHAS, UNUD, UNDIP). Irvan menyampaikan rasa bahagianya bisa kembali ke “rumah” yang membawanya ke posisi saat ini, di kesempatan tersebut ia memaparkan Build your Personalized Curriculum supaya para penerima beasiswa mulai membangun dan memaksimalkan life/career plan mereka.

 

 

Di hadapan para penerima BAKTI NUSA Irvan menjelaskan bahwa pemuda perlu  memiliki transisi peran dari aktivisme kampus menuju posisi strategis di masyarakat, organisasi, maupun dunia profesional. Bagi Irvan yang telah tujuh tahun makan asam garam dan membantu puluhan jenama (merek) besar, personalized curriculum dapat membantu pemuda menerjemahkan tujuan karier personal ke dalam langkah-langkah konkret lewat strategi terukur yang dipersonalisasi untuk meraih pencapaian di bidang yang sedang digeluti.

 

 

Memudahkan para penerima beasiswa mencerna konsep personalized curriculum ke life/career plan, Irvan turut mengenalkan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound); menurutnya personalized curriculum sering kali gagal bukan karena kurangnya upaya, melainkan karena tujuan pembelajaran tidak dikomunikasikan cukup jelas, SMART hadir memberikan metode terstruktur agar target spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan tepat waktu. Tak sampai di sana, Irvan juga menerangkan strategi dalam mengimplementasikan personalized curriculum untuk mencapai life/career plan di antaranya tahu yang perlu dipelajari, menghargai proses, memahami indikator “keberhasilan”, berpikir relevan, dan tahu kapan target atau milestone harus dicapai. Sebagai alumni BAKTI NUSA, Irvan berharap ke depannya para penerima beasiswa bisa semangat merencanakan yang terbaik dan mulai mengeksekusi ilmu yang telah didapatkan.

 

 

Menutup kegiatan Ricky Hardiansyah menjelaskan ke depannya alumni BAKTI NUSA akan dilibatkan sebagai mentor dalam skema Mentoring GREAT dikarenakan alumni tidak hanya berperan sebagai figur inspiratif, tetapi sebagai critical companion yang membantu peserta membaca peta ekosistem karier, memahami dinamika sektor sosial dan profesional, serta merancang langkah strategis yang selaras antara pilihan karier dan misi dampak sosial.

 

 

Opening Mentoring GREAT digadang menjadi fondasi transformasi personal dan profesional peserta dalam kerangka besar BAKTI NUSA 2026 yang berorientasi pada outcome, impact, dan keberlanjutan.

Facebook
Twitter
LinkedIn

Slide
BAKTI NUSA Siap Lepas 57 Penerima Manfaatnya dalam National Mission Bogor – BAKTI NUSA…
Apresiasi National Mission 2021, Anies Baswedan: “Sebuah Semangat yang Amat Baik” Bogor – Apresiasi…
Will it be Worth It? Will it be Worth It? – Long story short,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *