Merawat Spirit Filantropi dan Keagamaan dalam Naskah Nusantara, Dompet Dhuafa dan Lingkar Filologi Ciputat Helat Diskusi Naskah Nusantara

Merawat Spirit Filantropi dan Keagamaan dalam Naskah Nusantara, Dompet Dhuafa dan Lingkar Filologi Ciputat Helat Diskusi Naskah Nusantara

 

Jakarta – Guna mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi filantropi, dan publik sebagai langkah strategis menjembatani dua ranah yang kerap berjalan sendiri-sendiri yakni warisan intelektual keislaman nusantara dan praktik filantropi modern; Dompet Dhuafa berKolaborAksi dengan Lingkar Filologi Ciputat (LFC) menghelat Diskusi Naskah Nusantara di Sasana Budaya Rumah Kita Gedung Philanthropy Building Dompet Dhuafa, Jakarta.

 

 

Menggadang tema Merawat Spirit Filantropi dan Keagamaan dalam Naskah Nusantara, melalui diskusi rutin yang terkurasi, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang teks atau tokoh ulama tertentu, tetapi juga mendapatkan ruang refleksi tentang relevansi gagasan-gagasan kerja filantropi.

 

 

LFC dan Dompet Dhuafa berupaya menghadirkan dikusi yang berfokus pada kajian naskah karya ulama nusantara bertema keislaman lewat pendekatan interdisipliner, mulai dari filologi, sejarah intelektual, hingga kajian Islam; sebab warisan pemikiran ulama nusantara kerap menyentuh dimensi etika, keadilan sosial, dan tanggung jawab kolektif yang relevan dengan misi filantropi saat ini. Terlebih sebagai lembaga filantropi modern, Dompet Dhuafa memiliki  tantangan kompleks seperti perubahan pola kemiskinan, ketimpangan sosial, kebutuhan pemberdayaan berkelanjutan, hingga tuntutan tata kelola profesional.   Membaca ulang warisan manuskrip nusantara bukan semata nostalgia, melainkan upaya menemukan perangkat nilai dan kerangka berpikir yang dapat meneguhkan arah kerja filantropi agar tetap berakar, kontekstual, dan bermakna.

 

 

Kegiatan yang disinyalir mampu meningkatkan literasi filantropi berbasis khazanah ulama nusantara tersebut menghadirkan tokoh-tokoh terbaik di bidangnya seperti Prof. Dr. Oman Fathurahman, M.Hum., Pembina Lingkar Filologi Ciputat (LFC), Guru Besar Filologi di Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Pengampu Ngaji Manuskrip Kuno Nusantara (Ngariksa); Andi Makmur Makka, Pembina Yayasan Dompet Dhuafa, Kurator Sasana Budaya; Yudi Latif, Ph.D, Pembina Yayasan Dompet Dhuafa, Cendikiawan dan Penulis Buku;  Dr. C, S.S., M.A.Hum., Ketua Umum Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa); Rahmatia Ayu Widyaningrum, M.Hum., Peneliti Naskah Lontara’ Sulawesi Selatan, Pengurus Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa); dan Muhamad Abror, M.A., Mahasiswa Doktoral Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Dosen Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta

 

 

Andi Makmur Makka mengantar kegiatan dengan mengatakan bahwa manuskrip ialah hal penting karena memiliki nilai-nilai, data-data penting yang bisa dibuktikan realitasnya. Ia menegaskan ini merupakan tugas para peneliti, para filolog bagaimana membuktikan bahwa warisan naskah nusantara memiliki realitas-realitas yang bisa digali.

 

 

Sementara itu Prof. Dr. Oman Fathurahman dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Dompet Dhuafa karena telah melanjutkan legacy para filolog dan berharap Dompet Dhuafa bisa menjadi awal pembangun peradaban intelektual Islam berbasis manuskrip-manuskrip yang dimulai dari filantropi Islam.

 

 

Di sesi diskusi Yudi Latif menjelaskan pentingnya keterhubungan dengan masa lalu untuk melihat masa depan atau peradaban, karena melihat masa lalu bukan berarti mengalami kemunduran, justru masa lalu membantu melihat bagaimana isu-isu sekarang dapat diselesaikan. Setali tiga uang dengan Yudi Latif, Agus Siswanto memaparkan apabila semangat filantropi dan ekologi dalam manuskrip nusantara menjadi satu pesan penting bahwa isu-isu filantropi yang sering diperbincangkan ternyata telah dibahas dalam naskah kisah Kyai Kanuragan. Sedangkan Rahmatia Ayu Widyaningrum melihat manuskrip nusantara sebagai bagian dari keragaman medis yang dijelaskan secara ilmiah bahkan dibarengi dengan semangat spritual dan berpasrah diri.

.

 

Besar harapannya Diskusi Naskah Nusantara dapat memperkuat ekosistem literasi filantropi Dompet Dhuafa, sekaligus menjadi ruang publik yang sehat bagi pertukaran gagasan—di mana tradisi, ilmu, dan praktik bertemu untuk merespons persoalan kemanusiaan secara lebih berakar dan berkelanjutan.

Facebook
Twitter
LinkedIn

Slide
Membumikan Al-Qur’an Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ الله فِي…
Ramadan merupakan bulan yang istimewa bagi umat Islam, karena di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai…
Pada hari Jum’at, 29 Maret 2024 YES (Youth Ekselensia Scholarship) Surabaya melakukan kegiatan Safari…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *