JAKARTA, GREAT Edunesia Dompet Dhuafa memperkuat komitmennya dalam mentransformasi pendidikan berbasis filantropi dengan menjalin kolaborasi strategis bersama INCEIF University (International Center for Education in Islamic Finance) Malaysia. Kunjungan delegasi universitas global keuangan Islam tersebut diterima di Sasana Budaya Rumah KIta Gedung Philanthropy Dompet Dhuafa, Jakarta, Rabu (1/4/2026), untuk membahas standarisasi pengukuran dampak pendidikan terhadap kemandirian ekonomi umat.
Delegasi INCEIF University yang terdiri dari Muhammad Ian Mirza (Singapura), Muhammad Sadiq Najwa (Malaysia), Ahmad Azri (Malaysia), Artemisia Pjeshka (Albania), dan Muhammad Bakhtiyorov (Uzbekistan) hadir untuk melakukan riset mendalam. Mereka diterima langsung oleh Deputi Direktur Dompet Dhuafa Dian Mulyadi, Direktur Eksekutif 1 GREAT Edunesia Dompet Dhuafa Mulyadi Saputra, Managing Director Program, Riset dan Budaya GREAT Edunesia Dompet Dhuafa Haryo Mojopahit serta Lily Zulaikha Direktur Kampus Bisnis Umar Usman.
Dalam pertemuan tersebut, Dian Mulyadi menjelaskan peran vital Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi Islam dalam mengelola dana Ziswaf (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) untuk menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan secara sistematis.
Sejalan dengan hal tersebut, Mulyadi Saputra memaparkan visi GREAT Edunesia Dompet Dhuafa dalam mengelola berbagai program pendidikan transformatif. Ia menjelaskan bahwa lembaga ini fokus pada pengembangan model pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dampak sosial nyata, mulai dari sekolah formal hingga sekolah bisnis non-formal yang inklusif bagi masyarakat prasejahtera.
Validasi Dampak Pendidikan
Inti dari kerja sama ini adalah proyek riset bertajuk “Measuring the Socioeconomic Impact of Kampus Umar Usman’s Entrepreneurship Program”. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana efektivitas kurikulum pendidikan kewirausahaan dalam mengubah perilaku ekonomi dan sosial para lulusannya.
Kampus Bisnis Umar Usman, sebagai salah satu unit pendidikan di bawah naungan GREAT Edunesia Dompet Dhuafa, menjadi fokus riset karena model pembelajarannya yang unik, yakni 70 persen praktik dan 30 persen teori. Riset ini diharapkan mampu melahirkan data empiris mengenai keberhasilan model pendidikan karakter “Pengusaha Beriman” dalam skala ekonomi mikro.
Riset dan Pengembangan Global
Penelitian kolaboratif ini akan menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-methods) yang mencakup analisis kuantitatif terhadap alumni serta wawasan kualitatif melalui wawancara mendalam. Delegasi dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan dan observasi langsung ke unit-unit bisnis alumni untuk memvalidasi data temuan.
Haryo Mojopahit menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan langkah penting bagi GREAT Edunesia untuk meningkatkan kualitas program. “Hasil riset ini nantinya akan menjadi rekomendasi penting dalam pengembangan kurikulum agar dampak sosial yang dihasilkan semakin terukur,” ungkapnya.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antara institusi pendidikan Malaysia dan lembaga filantropi Indonesia, tetapi juga menghasilkan standar baru dalam mengukur efektivitas program pemberdayaan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam di Asia Tenggara.